Madrasahku Menurutku

PAKET LENGKAP

Oleh: Qonitah Diyanah Fardah

Aku terlahir sebagai anak bontot dalam keluargaku. Tiga di antara lima saudaraku menempuh pendidikan di madrasah. Dimulai dari anak ketiga sampai dengan aku, anak kelima. Aku memilih madrasah bukan tanpa alasan. Dua kakakku itulah yang memengaruhi perjalanan pendidikanku.

Betapatidak? Semasa penimbaan ilmunya di madrasah tsanawiyah, kedua kakakku itu menjadi Ketua OSIS. Sebuah jabatan yang berat dan penuh tantangan. Namun demikian, keduanya tidaklah surut. Masing-masing berhasil meraih predikat siswa teladan dan mengukir prestasi di jalur yang berbeda. Kakak ketiga di bidang karya ilmiah. Kakak keempat di bidang seni. 

Dinobatkanmenjadi siswa teladan, tidak membuat mereka angkuh. Setahuku, penobatan tersebut harus memenuhi kriteria keteladanan. Antara lain sikap religiusitas yang kuat, disiplin yang tinggi, perilaku yang santun, dan tentu saja ketangguhan dalam belajar. Buah dari kerja keras mereka sungguh manis. 

Subhanallah. Keduanya membuat air mata Ibuk dan Abah mengalir deras karena bahagia sekaligus bangga. Keduanya membawa banyak piala ketika wisuda. Baik piala prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. 


Piala-piala itulah yang membuatku ikutan memilih madrasah sebagai tempat menempa jiwa. Yaa, di hadapanku, madrasah tidak sekadar tempat menimba ilmu. Madrasah hadir untuk membentuk manusia Indonesia yang berakhlakul karimah, hebat, dan bermartabat. Semoga di madrasah ini, aku mampu membahagiakan dan membanggakan Ibuk-Abah, seperti kedua kakakku. Aamiin.

Terimakasih madrasahku. Bersamamu aku hebat, kuat,  dan bermartabat.

Komentar